Analisis pandangan Vilfredo Pareto
Sosiolog, Vilfredo Pareto mengatakan bahwa sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari struktur dan proses sosila masyarakat harus bersifat logis dan eksperimental. Logis, artinya, kesimpilan-kesimpulan yang diambil tidak melebihi premis-premis terdahulu yang mendasari kesimpulan tersebut. Eksperimental, artinya, sosiologi menghasilkan pengertian yang baik tentang masyarakat dengan cara: pertama, konseptualisasi, maksudnya konsep tentang realitas social yang jamak disederhanakan ke dalam konsep kesatuan sehingga dapat dianalisis. Kedua, hasil konseptualisasi dan analisis harus disusun kembali, sehingga masyarakat tampil sebagaimana adanya.
Menurut Pareto, hidup masyarakat terdiri atas aktivitas-aktivitas para anggotnya sebagai individu. Mereka disebut sebagai the material point or molecules dari system yang disebut masyaraka. System itu berasal dari bagian-bagian yang saling mempengaruhi dan menuju pada keseimbangan (equilibrium) yaitu pemeliharaan atau pemulihan keseimbangan setelah pergolakan dengan gerakan mekanis atau otomatis, dimana dalam diri individu-individu ada perasaan-perasaan spontan yang menentang gangguan stabilitas. Oleh karena itu harus ada stabilizing forces, yakni suatu bentuk konfigurasi masyarakat dipertahankan dan pembangunannya dimungkinkan. Kalupun terjadi pergolakan itu hanya sementara saja dan merupakan peralihan keseimbangan yang satu ke keseimbangan yang lain. Inilah proses peralihan perkembangan suatu masyarakat atau yang disebut sebagai dynamic equilibrium.
Unsur-unsur mekanis dalam diri individu yang menegakkan system social dan melandasi keseimbangannya adalah naluri-naluri, residu-residu, derivasi-derivasi, kesukaan, kepentingan, dan heterogenitas social. Dalam residu-residu ada kecendrungan-kecendrungan aktif dan proaktif pada diri individu-individu serta ada kecendrungan-kecendrungan konservatif dan konformistis. Residu-residu ini adalah roda gaya dan alat imbangan bagi masyarakat sehingga dapat berjalan terus. Heterogenitas social adalah factor yang menentukan bagi revolusi. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya the circulation of the elites atau pergantian orang-orang yang berkuasa.
Dengan demikian, Pareto ingin mengatakan bahwa suatu hidup masyarakat ditentukan oleh perilaku-perilaku individu individu yang selalu mengarah pada keseimbangan. Dalam keseimbangan itulah sering terjadi pergolakan-pergolakan antar individu tersebut. Sirkulasi ini hanya mengakibatkan terjadinya perubahan tatanan individu sebagai suatu gerakan dinamis dari system atau masyarakat. Jadi hanya menyangkut persubahan personalia. Pandangan ini tidak bisa diterima begitu saja, sebab suatu perubahan atau pergolakan menyangkut banyak unsur dalam masyarakat. Haluan Negara, struktur Negara, dan cara hidup mayarakat juga ikut berubah, jadi bukan hanya unsur personalia. Dengan demikian setiap gerak individu pada masyarakat adalah gerak mekanis, yang sewaktu-waktu akan terjadi perubahan akibat individu itu sendiri.
Bacaan:
K.J. Veeger, Realitas Sosial. Gramedia, Jakarta: 1993
perceive all the possibilities that occur in our daily reality. Trying to give meaning to human authenticity of human entity. Reality, social, political, cultural, art, literature, humanities .. mingle in an effort meaning the particular human identity, cultural, authentic, and unpretentious
Selasa, 13 Januari 2009
Masyarakat Sebagai Suatu Sistem
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar